Perbedaan Hamzah Qatha' dan Hamzah Washal

Di dalam ilmu tajwid para ulama memberikan aturan dalam membaca al-Quran, salah satunya adalah tentang memulai kalimat ketika membaca al-Quran. Secara ilmu tajwid, pembahasan ini disebut sebagai البدء بالكامة (memulai bacaan di dalam sebuah kalimat)

perbedaan hamzah washal dan hamzah qatha

Membaca di awal kalimat dalam al-Quran biasanya bermasalah dalam perbedaan hamzah qatha' dan hamzah washal.

Lalu, apa perbedaan hamzah qatha dan hamzah washal? 

Perbedean keduanya agak sulit dipahami, sebab pembaca harus memahami konsep dasar dalam ilmu sharaf (tata bangun-bentuk kalimat dalam bahasa Arab)

Oleh sebab itu, pada artikel ini akan dibahas sekelumit tentang perbedaan hamzah qatha dan hamzah washal. 

Pengertian Hamzah Qatha' 

Secara bahasa, qatha' artinya terputus (القطع). Secara istilah hamzah qatha adalah huruf hijaiyah alif yang termasuk bentuk dasar dari kalimat tersebut, bukan sebuah tambahan. 

Ciri-ciri hamzah qatha adalah berada di awal kata (kalimat dalam bahasa arab) sekaligus bisa menerima harakat, baik fathah, dhammah, kasrah maupun sukun. 

Contoh hamzah Qatha 

contoh hamzah qatha misalanya pada QS. Yusuf ayat 13 

قَالَ اِنِّيْ لَيَحْزُنُنِيْٓ اَنْ تَذْهَبُوْا بِهٖ وَاَخَافُ اَنْ يَّأْكُلَهُ الذِّئْبُ وَاَنْتُمْ عَنْهُ غٰفِلُوْنَ

qāla innī layaḥzununī an taż-habụ bihī wa akhāfu ay ya`kulahuż-żi`bu wa antum 'an-hu gāfilụn

Artinya

Dia (Yakub) berkata, “Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia dimakan serigala, sedang kamu lengah darinya.”

Perhatikan kata اخاف hamzah pada lafal akhafu adalah hamzah qatha. Sebab hamzah tersebut adalah hamzah asli dari kata akhafu. Bukan hamzah yang didatangkan sebab alasan tertentu. 

Kata akhafu adalah fi'il mudhari' dari fiil madhi khafa-yakhafu sebab menyimpan dlamir (kata ganti) saya (ana) maka menjadi akhafu. Nah, hamzah dari kata akhafu itu adalah hamzah asli, oleh sebab itu disebut sebagai hamzah qatha'.

Pengertian Hamzah Washal

Hamzah washal adalah hamzah tambahan yang terdapat pada awal kalimat, huruf setelahnya biasanya berharakat sukun (ــْــ) disebut sebagai hamzah washal karena ketika dibaca washal maka hamzah tersebut gugur (tidak dibaca/terbaca hamzahnya) namun secara tulisan tetap ada. 

Hukum (Cara Membaca) Hamzah Washal

Cara membaca hamzah washal terdapat dua macam, tergantung situasinya. Yaitu tetap dibaca, atau digugurkan (tidak dibaca)

Contoh Hamzah Washal

Contoh hamzah washal adalah pada QS. al-A'raf ayat 151

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِاَخِيْ وَاَدْخِلْنَا فِيْ رَحْمَتِكَ ۖوَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ

qāla rabbigfir lī wa li`akhī wa adkhilnā fī raḥmatika wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

Dia (Musa) berdoa, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang.”

Hamzah pada kata اغفر adalah hamzah washal. Ketika ia menjadi awal kalimat, maka hamzah harus dibaca kasrah, menjadi اِغفر 

Namun, ketika dibaca washal dengan kalimat sebelumnya, maka hamzah pada kata ighfir harus gugur alias tidak dibaca. Cara membacanya adalah qāla rabbigfir li

Intisari dari hamzah washal ini adalah, ketika washal hamzahnya harus hilang (gugur; tidak dibaca), namun ketika menjadi awal kalimat, maka hamzahnya harus dibaca/terbaca. Sebagaimana kata ighfir pada contoh di atas. 

Sampai di sini semoga bisa memahamkan perbedaan antara hamzah washal dan hamzah qatha. 

Simpulan dan Penutup 

Simpulan dari pembahasan ini adalah hamzah qatha dan hamzah washal memiliki hukum yang berbeda, kuncinya pada praktik mewashalkan atau tidak hamzah tersebut. Jika diwashalkan ternyata hamzahnya gugur, maka itu dinamakan hamzah washal. Namun, ketika diwashalkan hamzahnya tetap terbaca, namanya adalah hamzah qatha' 

Semoga memahamkan, jika ada pertanyaan silakan tulis di kolom komentar. Semoga Allah ﷻ memberikan kemudahan kepada kita untuk mempelajari al-Quran dan mempraktikkannya. 

Post a Comment for "Perbedaan Hamzah Qatha' dan Hamzah Washal"